Peradaban Sungai Indus


Sungai Indus adalah salah satu tempat dimana Peradaban Maju Manusia Berdiri. Wilayah Peradaban Sungai Indus ini terletak di Barat Laut India atau Sekitar Wilayah Pakistan Saat Ini, Dengan Dua Kota yang saling Berhubungan, Yakni Kota Mohenjo-Daro dan juga Kota Harappa.

Peta Peradaban Sungai Indus (Indus Valley Civilization)

Perlu diingat bahwa jika kita bicara peradaban, Maka mereka yang sifatnya Nomadic/Nomaden tidak bisa dikatakan sebagai peradaban, Karena mereka tidak mempunyai tempat tinggal tetap dan juga mereka berpindah karena tidak bisa menghadapi tantangan yang ada di suatu tempat.

Perlu diingat bahwa saat bicara Peradaban atau Civilization Ada 4 Ciri Utama :

  1. Produksi Surplus (Baik sandang,pangan,papan)
    Kalau satu kali panen cukup buat satu desa (Surplus), Bukan cuma buat satu keluarga, Kenapa gak dibagi-bagi dan yang punya lahan bisa jadi penguasa di daerah.
  2. Spesialisasi Pekerjaan 
    Bukan Cuma Petani, Tapi ada juga Pendeta, Penjaga Tempat, Pengasuh Anak, Pencari Binatang Buruan, Pembagian kerja biasanya masih sederhana tapi sudah ada. Dan saat semua orang Bisa punya perbedaan semua orang bisa saling membutuhkan dan saling membantu, kalau sama semua ya pasti bingung dan gak perlu minta bantuan
  3. Ada Stratifikasi Sosial, Ada Pemerintahan yang Sentral,Persamaan Nilai dan Dokumentasi.
    Ada Raja, Ada Rakyat Jelata.
    Ada Perdana Menteri, Ada Pesuruh Menteri.
    Ada Agama, Jadi Bisa sama sama patuh sama aturan dan nilai nilai Dalam Agama.
    Narsisnya orang Zaman dulu adalah dengan nulis Apa yang peradaban mereka baru bisa. Bukan Selfie, Hasil tulisan ini jadi bukti sejarah. Kalau selfie sama mantan bukti tentang masa lalu yang kelam.
  4. (Pada Awal Peradaban Manusia) Selalu dekat dengan Sungai
    Mudah cari makan, Mudah cocok Tanam, Dan mudah mandi dan minum.

    1. Sungai Nil = Peradaban Mesir
    2. Sungai Eufrat-Tigris = Peradaban Mesopotamia
    3. Sungai Indus = Peradaban Indus ( Mohenjo-Darro & Harappa)
    4. Dan Beberapa Spekulasi bahwa ada Peradaban Yang Hilang di sekitar Sungai Amazon.

Balik Lagi Ke Sungai Indus.

5500 Tahun Sebelum Masehi, Banyak orang memutuskan tinggal dan membuat peradaban di Daerah Sekitar Sungai yang mereka anggap layak ditinggali, Karena percobaan cocok tanam mereka berhasil dan juga Mereka bisa minum dari Sungai.

Menurut Bukti Arkeologi,Peradaban ini terletak di sekitar Dataran Banjir Sungai Indus, Pada awalnya Para orang-orang ini sengaja tinggal disini karena Sungai Indus adalah Sungai Yang Ramah.

Kenapa Ramah ?

Karena Meski Sungai Indus Volume kerap kali mengalami Banjir, Tapi Bukti Arkeologi menunjukkan bahwa Banjir yang terjadi di Sungai Indus sangat Teratur ada Periode tertentu dimana Sungai ini Pasti banjir dan bakal surut, Jadi orang tahu kapan persiapan untuk mengungsi dan tidak Beraktivitas di Sekitar Sungai.

Mengingatkanku Pada Ciliwung dan Kakaknya Citarum…

Saat Banjir Penduduk Mengungsi, Tapi ketika banjir selesai, penduduk memanfaatkan air Limpasan dari sungai yang masih menggenang untuk menanam berbagai macam biji-bijian dan Bercocok tanam, Ini yang membuat mereka hidup di salah satu tempat yang paling subur dan mempunyai banyak makanan setiap banjir selesai.

Berkah, Gak Kayak Banjir Ciliwung dan Citarum, Setelah banjir bukannya bisa bercocok tanam di daerah limpas, Malah kena muntaber gara-gara air sungainya kotor.

Mohenjo-Darro dan Harappa

Kedua Kota Ini adalah “ikon” Dari peradaban Sungai Indus, Mohenjo-Darro dan Harappa adalah Dua Kota yang diisi oleh pemukiman padat penduduk yang sebagian rumah-rumahnya adalah rumah dua tingkat (5500 tahun yang lalu sudah ada rumah tingkat, Kece) dan dibangun dengan Material Batu Bata yang ukurannya hampir seragam.

Tapi bukan rumah bertingkat yang tinggi-tinggi yang suka diiklanin sabtu pagi sama Feni Rose, Bukan Ya.

Ilustrasi Pemukiman Peradaban Sungai Indus

Dan rumah rumah ini dibangun mengikuti jalanan yang lurus, Mirip seperti gang di kawasan Perkotaan kalo di zaman sekarang.

Dari Bukti Arkeologi, Pemerintahan Di Peradaban Indus ini mengatur Bangunan agar berdiri sesuai pada Zona-Zona tertentu, Seperti Aturan Zoning kalau di Luar Negeri.

Bukan Friendzoning Guys.

Pemerintahan ini berhasil mengatur kehidupan masyarakatnya karena Selain bangunan yang mengikuti Jalan, Peradaban India Kuno ini Juga dikenal dengan Sistem Air conditioning alami yang efektif dan Juga Selokan/Drainase dibawah rumah-rumah yang mengalir dengan sangat teratur untuk pembuangan Kotoran dari tiap rumah dan Drainase ini mengalir melalui Jalur yang melewati jalanan utama kota agar diarahkan untuk dibuang ke Sungai.

Jauh Lebih baik dari drainase Jakarta Ataupun Kabupaten Bandung yang Hujan dikit aja Motor sama Mobil bisa berubah jadi Jetski sama Yacht di tengah Jalan.

Di Mohenjo Darro Perlu Diketahui bahwa bangunan terbesar bukanlah semacam Istana ataupun tempat penguasa, melainkan sebuah Pemandian Umum Raksasa.

Sejarawan menyebutnya “The Great Bath” 

Pemandian umum ini menurut beberapa spekulasi para arkeolog digunakkan sebagai tempat ritual keagamaan masyarakat Indus, Dimana mereka biasa menggunakkan Air sebagai bagian dari ritual. Mirp dengan  masyarakat India saat ini yang menggunakkan Air sebagai media pembersihan religius ataupun ritual lainnya.

Di Bagian Ekonomi, masyarakat Indus melakukan Kegiatan Barter, Mereka biasa mencatat kegiatan barter mereka di Batu-batu ataupun barang-barang yang dirasa berharga, Sekitar Tahun 3500 sebelum Masehi, Beberapa bukti menunjukkan bahwa Masyarakat Indus melakukan kegiatan Barter dengan Masyarakat Peradaban Mesopotamia.

Gambar diatas salah satu “bukti transaksi” Masyarakat Indus.

Dan seperti yang saya katakan, peradaban awal itu mempunyai cara mereka untuk Narsis, Bukan selfie, Melainkan dengan menulis ataupun mengggambar, Meskipun Tulisan-tulisan Peradaban Indus banyak yang tidak dimengerti dan gagal dipecahkan oleh sejarawan, Banyak Gambar-gambar yang bisa menjelaskan bagaimana kehidupan mereka di masa itu salah satu gambar epic adalah gambar seseorang yang diam diantara binatang binatang liar dan tetap kalem. Banyak sejarawan juga mengatakan bahwa orang ini adalah cikal bakal penggambaran Dewa di Budaya India.

Si Cowok yang diem diantara Bull dan Tiger. Stay Cool.

Data transaksi Barter orang Indus menunjukkan bahwa mereka sering bertukar untuk pakaian dan kain dari bahan cotton (katun).

Dan yang hebat dari Orang-orang Peradaban Indus, Mereka sangat Cinta damai, Meskipun Arkeolog menemukan hampir 1500 situs sisa peradaban mereka, Arkeolog sama sekali tidak menemukan satu pun senjata diantara sisa peradaban tersebut. Peaceful.

Puncak kejayaan Peradaban Sungai Indus adalah sekitar 3000 Tahun Sebelum Masehi, Dimana kegiatan Perdagangan dan Barter mereka dengan Orang Mesopotamia berjalan dengan sangat Baik, Panen luar biasa Meningkat dan juga penduduk hidup damai dan bahagia dalam rumah yang ber-ac dan dengan saluran pembuangan Yang luar biasa.

Dan hampir tidak ada bukti mereka pernah terlibat dalam peperangan.

 

Nah Anda Mulai Bertanya, Peradaban ini Hebat sekali, Apakah Mereka terus bertahan.

Dan apakah mereka nenek moyang orang India sekarang ?

 

Jawabannya adalah mereka tidak bertahan Dan mereka bisa dibilang tidak bertransformasi menjadi Orang Orang India saat ini, Dan Pada Sekitar Tahun 1750 Sebelum Masehi Peradaban Sungai indus Lenyap.

Beberapa pendapat dari Para Ahli Sejarah dan Juga Arkeologi menyatakan bahwa ada 3 skenario yang membuat Peradaban Ini Musnah.

  1. Banjir Besar
    Sungai Indus mengalami debit air yang luar biasa besar, Karena perubahan Pola Hujan, Sehingga membuat Sungai tidak bersahabat karena volume sungai yang terus naik hingga banjir menjadi sangat besar dan menyapu orang orang.
  2. Penaklukan Wilayah
    Kecintaan terhadap Perdamaian Bisa membunuh diri sendiri, karena Orang Indus tidak punya senjata, Maka beberapa sejarawan menyatakan bahwa Orang Indus ditaklukan oleh orang Kaukasia dari daerah Utara yang sifatnya Nomaden dan menggunakkan Kekerasan untuk mengalahkan orang-orang Indus.
  3. Gempa Bumi Besar
    Sangat Besar, Sampai-sampai Sungai menjadi Kering karena perubahan aliran sungai dan juga membuat orang-orang ini kekurangan air dan kebingungan mencari air dan tidak bisa bercocok tanam. Skenario ini bisa dibilang kurang sesuai.

 

Dan Begitulah Kisah Mengenai Peradaban Sungai Indus, Yang pasti kita tidak tahu alasan mengapa orang-orang ini hidup dalam Kebudayaan dan bersama-sama, dan kita juga tidak tahu mengapa mereka menghilang.

 

Intinya adalah Alam bisa membawa berkah, Dan alam bisa menghilangkan Berkah dan menghilangkan Juga Ratusan Nyawa.

 

Terimakasih sudah membaca, Jika ada pertanyaan silahkan tinggalkan komentar.

CIAO!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s