Game disensor? Kenapa Banyak Pihak Harus Mengerti Game


Hadirin sekalian yang berbahagia, Kali ini saya akan memberikan insight saya mengenai salah satu hal yang bisa dibilang mengundang perhatian banyak citizen of Internet dan juga saya bisa bilang lumayan aneh kok hal seperti ini baru muncul sekarang ya, Perasaan Game-game ini munculnya sudah Lama.

 

Oke, Jadi Kamis (28/4/2016) Dikutip dari situs Sahabat Keluarga Kemendikbud, situs ini merilis daftar game yang dinilai berbahaya bagi anak, Dan bisa dibilang ini tindakan bagus, Tapi seperti biasa, Dari tindakan bagus selalu ada pihak yang menyikapinya dengan salah atau bahkan Berlebihan

Beberapa game yang disebut dalam daftar adalah :

  1. World of Warcraft
  2. Call of Duty
  3. Point Blank
  4. Cross Fire
  5. War Rock
  6. Counter Strike
  7. Mortal Kombat
  8. Future Cop
  9. Carmageddon
  10. Shelshock
  11. Raising Force
  12. Atlantica
  13. Conflict Vietnam
  14. Bully
  15. Grand Theft Auto

Yang saya pusingkan adalah, Kok cuma 15 titles ya, Padahal kan kalau dilihat game yang muatannya sama kayak game-game diatas ini banyak, Yang isinya kekerasan, darah, Bahasa kotor, konten dewasa itu banyak sekali, Tapi kok yang di mention cuma 15.

Disinilah kenapa Menurut saya peran pengawasan mengenai bagaimana bermain game yang baik dan benar untuk anak-anak harus ada, Misalnya Hal yang paling sederhana adalah Saat membeli/mengunduh game pastikan game tersebut sudah mempunyai Rating, Game ini untuk usia berapa dan siapa yang diperbolehkan memainkan dan siapa yang tidak oleh karena itu ada ESRB (Entertainment Software Rating Board)

ESRB (atas) dan PEGI untuk regulasi rating game. Indonesia kapan Punya ini ? Atau setidaknya ASEAN.

Atau kalau di Uni Eropa ada PEGI (Pan European Game Information), Nah kalau di negara berkembangs sendiri, pengawasan terhadap rating dalam game dan kelayakan game untuk dirilis masih sangat lemah, Sehingga Yang dirilis malah judul yang tidak boleh dimainkan anak, Bukan rilis bagaimana meregulasi Game-game yang tidak boleh dimainkan anak.

Sekiranya Indonesia tidak mampu, Saya kira ASEAN bisa kerjasama untuk urusan ini, Eropa saja punya PEGI. Asean kerjasama juga dong ehe.

 

Saya kira jika pemerintah memang punya itikad baik untuk memperbaiki hal ini, Konsultasikand dengan Ahli di Bidang Game dan Parenting, Jangan main ambil keputusan sekedar dari Kemendikbud, Menkominfo tanpa mendengar pendapat Ahli yang biasanya memang sudah lebih paham mengenai bagaimana menyikapi Game seperti ini dan bagaimana kita menghindarkan anak dari pengaruh buruk game yang mereka mainkan.

Lalu di sisi Penikmat Game, Orang tua harus paham game apa yang anak mereka mainkan, Dan bagaimana mereka memainkannya, Apa unsur didalamnya, Banyak kasus sekarang Orangtua memberikan anak Tablet/Smartphone untuk main  game Bahkan anak Dibawah 7 tahun sudah kecanduan main Gadget. Kan sebenearnya hal seperti ini harus diawasi penuh agar dampak negatif bisa diminimalisir, Selain itu pengawasan waktu bermain game diperlukan bagi anak dibawah usia 16 Tahun, Karena seringkali orangtua sibuk dengan Aktivitas sendiri, dan anak malah sibuk main game Lupa waktu, Akhirnya kelamaan main game dan tidak sehat untuk pertumbuhan karena kurang bergerak.

 

Sejauh Ini game adalah sarana bermain yang bisa dibilang solusi instan untuk menghilangkan kepenatan, Kalau Zaman dulu Game nya mungkin macam permainan rakyat, karena Lahan terbuka, Waktu anak-anak lebih luang, Dan Kedekatan antara tetangga, Tapi melihat kondisi saat ini, Masyarakat sudah berevolusi menjadi Individualistis dan juga tertutupnya lahan bermain anak menjadi salah satu penyebab Larinya Masyarakat Awam ke Gadget untuk hiburan.

Begitulah Insight saya,Sekiranya ada hal yang salah mohon dikoreksi. Opini masyarakat awam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s