Mengenai Indonesian First dan MEA


Banyak yang berbicara soal Asia Tenggara akan menjadi salah satu regional paling kuat di Dunia, dengan keadaan Demografi yang tidak bisa dipandang sebelah mata, dengan Populasi lebih dari 600 juta jiwa, Komposisi penduduk yang mempunyai prospek tinggi karena dinilai mempunyai potensi pasar yang tinggi, Namun masalah lain muncul, Banyak yang bilang Asia Tenggara adalah Open Field Market, Dimana konsumen akan sangat dominan dan negara yang bisa mengontrol pasar maka akan menguasai.

Pada World Economic Forum sempat dinyatakan bahwa Integrasi pasar akan menjadi salah satu solusi untuk mencapai Asia Tenggara yang terbuka untuk kemajuan ekonomi, Salah satu usulnya adalah dengan menggunakan mata uang yang sama dan juga dengan pasar bebas, dan kebebasan izin kerja.

Singkatnya, MEA sebelum MEA. Tapi beberapa pihak seolah insecure, terutama pada saat banyak pegawai dari negara Asia tenggara lain yang datang untuk bekerja disini (Indonesia). Katanya banyak pegawai Tionghoa, padahal nyatanya orang Singapore, Vietnam dll. Katanya mereka juga seolah mengambil lahan kerja warga negara kita.

Um…. Culture kita seolah menolak konsep ASEAN, terutama beberapa orang dari spektrum politik tertentu yang merasa bahwa sudah terlalu banyak pekerja asing yang ada di Indonesia. Entah karena orang kita kurang berkecakapan atau memang tenaga kerja asing lebih baik dari segi non-teknis entah itu budaya bekerja, manner, upah dsb.

Image result for asean economic community

Budaya globalisasi di Indonesia untuk generasi muda memang kuat, namun untuk generasi diatas kita, cenderung lebih konservatif, Mirip seperit konsep “American First” Donald Trump. Sayap kanan dimanapun cenderung sama, Spektrum politik ini memang bukan anti globalisasi namun mereka percaya pada kesejahteraan untuk orang di sekitar mereka lebih baik dan dapat diwujudkan dengan nyata.

Itulah tulisan opini malam minggu ini, Spektrum politik adalah hal yang tidak diajarkan karena cenderung bisa mengkotak-kotak suatu bangsa tapi jika anda tertarik hal ini bisa membuka mata anda soal perbedaan politik yang ada bukan tanpa alasan, Pandangan dan juga opini berbeda membentuk spektrum yang saling melengkapi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s