Melihat Wajah Baru Navi Dota 2


Serial analisis Tim Dota 2 ini akan menjadi bekal anda untuk menikmati musim kompetitif Dota 2 2017-2018, melihat cerita dibalik roster, kisah setiap pemain, drama dibalik tim favorit anda dan prediksi bagaimana tim kesayangan anda akan bermain. 

Natus Vincere, The golden team of Esports. Kuning. Dendi. TI1. Tower Dive. Banyak sekali kata-kata yang bisa dikaitkan dengan tim asal Ukraina ini. Namun untuk fans Na`vi Dota 2, 2 musim terakhir nampaknya cukup pahit dan layak dilupakan. 

Musim 2016/17 sekali lagi menjadi musim yang cukup mengecewakan bagi Dendi cs, selain tampil medioker sepanjang tahun Na`vi gagal lolos ke Kiev Major, Menghapus harapan untuk bermain Dota 2 major di kampung halaman sendiri,  Menutup tahun Navi dengan memalukan gagal di Qualifier The International 2017, Kalah melawan tim tier 2 macam Team Spirit,M19, dsb.

Navi gagal mencapai potensi terbaik mereka sepanjang musim, Underperform dan mengecewakan. Performa buruk datang dari berabagai masalah yang muncul mulai dari Draft, komunikasi, gameplay dan juga strategi yang one dimensional. Beberapa analis bahkan menyebut Navi memang kehilangan fundamental atau basic mereka,  banyak juga yang menyebut performa Dendi yang menurun secara perlahan dan juga banyak komentar lain. Namun Dendi tetaplah Dendi dan Navi is Dendi.

TI 7 adalah TI pertama dimana Dendi tidak datang sebagai pemain, Namun apalah TI tanpa Dendi, Valve dengan senang hati mendatangkan Dendi untuk melawan Bot dari OpenAI. Dendi tetap kalah di main stage, Hal yang sudah biasa Dendi lakukan sejak TI4.

Selalu ingat bahwa meskipun Navi belum kembali ke golden era mereka, akan selalu ada teman kita yang bangga pake jersey atau Jaket Navi. Sambil teriak teriak Puppey-Dendi Puppey-Dendi dan lupa bahwa Puppey sudah di Secret sejak 2015. Begitulah kuatnya brand Navi dan Dendi di dota 2.

Roster Change :

  • Out : Pajkatt (Carry), Biver (Support)
  • In : Crystallize (Carry), Rodjer (Support) (From Empire)
  • Roster : Crystallize (1), Dendi (2), General (3), Rodjer (4), Sonneiko (5), XBOCT (Coach)

Pajkatt yang memutuskan comeback dari coaching nampaknya gagal membawa sentuhan magisnya ke squad Navi, Biver yang notabenenya adalah new star juga nampaknya masih kesulitan untuk membangun Chemistry, Bahkan hingga fase Qualifier TI 7 rotasi dan gank Navi masih terlihat kaku untuk tim yang sudah lama bersama, bahkan beberapa pick dalam drafting yang dipertanyakan seperti Troll Warlord pick tanpa support untuk hero set-up.

New roster Navi membawa wajah baru dalam Sosok Crystallize, Seorang New Talent dari region CIS yang sempat bermain untuk Comanche dan Double Dimensions, bersama DD sendiri Crystallize sukses mencapai regional qualifier melalui open qualifier.

Isyu kedekatan Na’vi dengan Resolut1on sempat menguak diawal masa shuffle, mengingat Na`vi sebagai organisasi gaming yang kuat tentu mampu memberikan kontrak dan gaji yang mumpuni untuk pemain manapun, namun Resolution nampaknya lebih memilih tim lain (OG) , dan akhirnya pilihan Dendi CS jatuh kepada new talent.

Nama Rodjer bersinar pasca bermain gemilang di TI7, Rodjer bukanlah nama baru di CIS, dan dengan 5 pemain CIS di Roster mungkin Navi akan kembali ke style Run At You since minute 1 Dota, dan patut disimak bagaimana kombinasi Veteran dalam sosok SonneikoDendiGeneral dan Rodjer dengan new talent Crystallize.

Rodjer sendiri merupakan tipe position 4 yang tidak terlalu greedy, Melihat beberapa play Rodjer saat melawan EG, Rodjer merupakkan salah satu standout player selain Ghostik dan Resolution untuk Empire di TI7.

Masalah komunikasi yang ada di Navi sebelumnya juga mungkin akan tertutupi dengan Support duo yang baru dalam Sonneiko-Rodjer dan drafting nampaknya akan lebih fleksibel mengingat sosok baru semacam Crystallize mirip seperti sosok Ana atau Sumail, dimana Tim akan melakukan draft yang membuat player baru ini nyaman dan memilih hero lain yang dapat enable hero star player mereka (contoh : Ana dengan comfort pick Dragon Knight, TA. Sumail dengan Storm, Lina (pada 2015)).

Rodjer juga dapat bermain hero semacam Night Stalker, Rubick, Eartshaker dan bahkan Io, Support duo Navi mungkin tidak flashy namun mereka bisa bermain effective dengan farm yang tidak terlalu banyak.

Kembali ke Core, General akan bermain offlane dan General adalah sosok Offlaner yang paling cocok untuk bermain bersama Dendi, General mirip seperti AdmiralBulldog, bukan hanya di nama mereka namun juga style of play, Dendi adalah playmaker yang luar biasa di hero macam Puck dan Windranger, Namun hero tersebut bukanlah hero yang dapat diandalkan untuk bermain greedy dan farming, General adalah tipe offlaner yang Greedy, beberapa waktu lalu di Ranked Matchmaking General terlihat berlatih Nature Prophet yang menjadi hero andalannya, Karena tipe hero ini greedy dan dapat membuat musuh merubah playstle mereka.

General adalah salah satu best beastmaster player terbaik dengan Winrate hampir 70%, Dengan micro yang terkenal sangat baik untuk membuka vision dan juga stabilitas di lane dan potensi split push. seiring menurunnya tren hero ini, General harus keluar dari comfort zone.

Crystallize adalah Tier 2 player di CIS, beberapa mengatakan bahwa Navi gagal membujuk beberapa carry Tier 1 CIS macam Illidan ataupun Chappie, dan Navi harus berakhir dengan new face pubstar yang berisiko gagal beradaptasi, Bahkan Merlini mengatakan Navi mengalami “downgrade” karena kegagalan mendapatkan posisi Carry yang reliable.

Dendi adalah Dendi…. Banyak yang menyangka sejak awal 7.06 Dendi akan menjadi salah satu standout player di Mid, mengingat kembalinya Hero playmaking semacam Puck, Queen of Pain, dan Lina yang merupakan Hero yang membuat Dendi menjadi salah satu mid player terbaik, namun justru Dendi bermain Farming Heavy hero semacam Echo Sabre Magnus, Invoker dan TA, Hero yang sulit untuk merubah kondisi game untuk comeback jika tim kita sudah tertinggal, sempat terdengar juga hubungan Dendi dan Pajkatt pada saat in game kurang terlalu baik, dan mempengaruhi playstyle navi. Nasib New Navi mungkin akan kembali kepada Dendi, akankah Dendi kembali ke TI 1 TI 2 TI 3 Dendi ? atau Dendi yang kalah melawan Open AI ?

https://ww

Dendi juga harus dapat berkordinasi dengan Rodjer mengingat bagaimana Position 4 dan Mid sering kali melakukan dual lane di meta baru ini, dan hal tersebut terlihat tidak terlalu baik pada saat Biver masih bermain.

Meraih gelar “best team in CIS” tidaklah mudah mengingat bagaimana Empire mengejutkan kita semua dan Virtus.Pro yang 2 tahun terakhir ini mengisi Gelar Raja CIS secara konsisten. Sebelum kembali menjadi “Best Team in The World”, Navi harus bisa menjadi “Best Team in CIS” terlebih dahulu.

Membentuk Harmoni mungkin adalah tantangan terbesar Navi, kembali ke winning ways memang masih jauh, namun dengan berbagai Minors dan Majors musim ini, Bukan Tidak Mungkin Navi Mencuri beberapa gelar dan kembali ke winning tracks di LAN.

Are You Ready for Na`vi ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s